Tuesday, 31 December 2013

Kampung Kota

Pengertian kampung kota dalam kamus tata ruang adalah kelompok perumahanyang merupakan bagian kota, mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi, kurangsarana dan prasarana, tidak ada luasan tertentu, jadi dapat lebih besar dari satukelurahan, mengandung arti perumahan yang dibangun secara tidak formal(mengikuti ketentuan-ketentuan kota yang bersangkutan) kampung kota dihunisangat padat dan cenderung semakin padat, sehingga kesehatan merupakanmasalah utama.
 Kampung Kota merupakan akar budaya permukiman khas di Indonesia. Di dalamnya, penghuni denganberbagai latar belakang status sosial dan ekonomi dapat bertahan hidup di tengah kemajuan kota yangpesat. Dalam situasi krisis yang tidak menguntungkan, keberadaan kampung kota menjadi pentingkarena di dalamnya terdapat beragam proses unik yang dilakukan oleh penghuni berpenghasilanmenengah ke bawah sesuai dengan kemampuannya yang terbatas.
Kampung kota merupakan kawasan hunian masyarakat berpenghasilan rendahdengan kondisi fisik kurang baik. Kampung kota merupakan kawasan permukiman kumuh dengan ketersediaansarana umum buruk atau tidak ada sama sekali. Kampung merupakan lingkungan tradisional khas Indonesia,ditandai ciri kehidupan yang terjalin dalam ikatan kekeluargaan yang erat.Kampung kota adalah suatu bentuk pemukiman di wilayah perkotaan yang khas Indonesia dengan pendudukmasih membawa sifat dan prilaku kehidupan pedesaan yang terjalin dalam ikatan kekeluargaan yang erat,tentunya diikuti dengan kondisi fisik bangunan dan lingkungan kurang baik dan tidak beraturan, kerapatanbangunan dan penduduk tinggi.Hunian yang sudah padat ini cenderung akan terus memadat. Keberadaan ruang dengan fungsi tumpang tindihakan terus berlanjut. Pertambahan ruang secara vertikal cenderung akan menjadi cara untuk terus meningkatkanfungsi-fungsi hunian yang semakin kompleks.

Human Settlement

Human Settlement berarti pemukiman. Permukiman adalah tempat manusia hidup dan berkehidupan. Oleh karenanya, suatu permukiman terdiri atas the content (isi) yaitu manusia dan the container (tempat fisik manusia tinggal yang meliputi elemen alam dan buatan manusia). Teori ini dikembangkan pertama kali oleh Constantinos A. Doxiadis sebagai orang pertama yang mengembangkan Ilmu Eksistics, pada tahun 1967. Ekistics adalah istilah Yunani yang dipakai untuk menjelaskan pengetahuan mengenai permukiman. Istilah permukiman dipakai sebagai padanan kata Human Settlement. Secara etimologis, ekistics mempunyai arti yang lebih luas dari sekedar permukiman. Di dalamnya termasuk  pengertian mengenai hubungan manusia dengan manusia, dengan masyarakat dan dengan alam. Doxiades mengatakan bahwa permukiman tidak hanya digambarkan dalam tiga demensi saja, tetapi harus empat dimensi. Hal ini disebabkan karena ada unsur manusia yang hidup dan selalu berubah karakter dan budayanya dari waktu ke waktu. Dalam isi dan tempat, Doxiades membagi faktor pembentuk settlement  menjadi lima elemen utama, yaitu:
·                Alam, memberikan pondasi tempat permukiman terbentuk atau dibentuk dan kerangka yang di dalamnya suatu permukiman dapat berfungsi;
·                Manusia, merupakan seseorang atau sekelompok orang, yang menjadi penghuni dari settlements tersebut.
·                Society, merupakan bentuk hubungan yang terjalin antar manusia penghuni settlements tersebut, bentuk-bentuk jalinannya sangat beragam, dapat berkembang dan menyempit, karena itu society merupakan faktor pembentuk Anthropocosmos.
·                Shells, adalah bangunan fisik yang di dalamnya dihuni oleh manusia untuk melaksanakan aktifitasnya.
            Jaringan, diartikan sebagai sebuah jaringan yang mendukung keberadaan settlements sehingga suatu permukiman dapat berfungsi sebagainmana mestinya (seperti jaringan listrik, telekomunikasi, air bersih, dan jalan).

Teori Morfologi Arsitektur Kota

Morfologi terdiri berasal dari kata “morf” yang berarti bentuk dan “logos” yang berarti ilmu. Secara sederhana morfologi kota berarti ilmu yang mempelajari produk bentuk-bentuk fisik kota secara logis.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.
Kota menurut Louis Wirth merupakan sebuah permukiman permanen yang luas dan padat yang terdiri dari sekumpulan masyarakat yang homogen. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto, Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Menurut Amos Rappoport, Kota adalah Suatu permukiman yang relatif besar, padat dan permanen terdiri dari kelompok individu-individu yang heterogen dari segi sosial. Jadi  kota adalah suatu sistem jaringan.
Ciri-ciri kota menurut Amos Rapoport :
1.    Ukuran dan jumlah penduduknya yang besar terhadap massa dan tempat
2.    Bersifat permanen
3.    Kepadatan minimum terhadap massa dan tempat
4.   Struktur dan tata ruang perkotaan seperti yang ditunjukkan oleh jalur jalan dan ruang-ruang perkotaan yang nyata
5.    Tempat dimana masyarakat tinggal dan bekerja
6.    Fungsi perkotaan minimum yang diperinci
7.    Heterogenitas dan pembedaan yang bersifat hierarkis pada masyarakat
Pusat ekonomi perkotaan yang menghubungkan sebuah daerah pertanian di tepi kota dan memproses  bahan mentah untuk pemasaran yang lebih luas.

Teori Historicisme Pada Kabupaten Kudus

I.            Pengertian Teori Historicisme
Jika kita membahasa suatu hal, pengertian pertama yang dapat kita tarik dan rumuskan adalah pengertian secara etimologis atau urat kata. Pengertian ini adalah pengertian yang didapat dari berbagai istilah asing dan juga kata asing yang menjadi sumbernya. Berdasarkan aspek etimologis sejarah dapat kita kaji dari 4 bahasa asing yaitu :
·         Jika kita lhat dari bahasa inggris sejarah tersebut berasal dari kata History yang artinya Masa Lampau , catatan , cerita, peristiwa
·         Di jerman digunakan kata Geschicht yang berarti Telah terjadi ,
·         Belanda mengartikann kata Gischedinisch sebagai Kejadian, Peristiwa
·         Istilah sejarah yang kita gunakan hingga saat ini adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata syajara dan syajarah. Syajara berarti terjadi dan syajarah berarti pohon yang kemudian diartikan silsilah. Syajarah dalam arti silsilah berkaitan dengan babad, tarikh, mitos, dan legenda. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa kata sejarah yang berasal dari kata arab berarti masa lampau
Namun selain pengartian secara etimologis masih ada beberapa ahli yang merumuskan pengertian sejarah seperti yang telah tercantum di dalam suatu artikel yang berjudul Pengertian Sejarah yang ditulis oleh Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd. Ahli sejarah tersebut antara lain adalah
·         Dr. R. Ruslan Abdul Gani : Sejarah adalah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistema
·         tic perkembangan masyarakat serta manusia di masa lampau beserta kejadian-kejadian.
·         Prof. Dr. H. Muh. Yamin : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan bberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan ( fakta-fakta ).
·         Patrick Gardiner : Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari apayang telah diperbuat manusia.
·         W.H. Walsh : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan
·         penting bagi manusia.
·         JV. Bryce : Sejarah adalah catatan dari apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
·         R. Moh. Ali : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia.
Berdasarkan pengertian sejarah baik secara etimologis maupun dari para ahli maka kita dapat mengetahui bahwa sejarah itu adalah :
·         Kejadian-kejadian, pereistiwa seluruhnya yang berhubungan dengan manusia, benda yang secara menyebabkan perubahan dalam kehidupan manusia.
·         Peristiwa yang tersusun secara sistematis melalui penelitian
·         Ilmu yang mempelajari perkembangn peristiwa atau kejadian pada masa lampau
Jadi dapat disimpulkan bahwa sejarah itu adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian masa lampau dalam kehidupan manusia.

II.            Fungsi Sejarah
Fungsi umum sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan. Sejarah (sebagai kisah) merupakan media untuk mengetahui masa lampau, yaitu mengetahui peristiwa-peristiwa penting dengan berbagai pemasalahannya. Peristiwa-peristiwa yang menjadi obyek sejarah syarat dengan pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pelajaran. Atas dasar itulah lahirnya motto atau slogan mengenai sejarah, seperti “Sejarah adalah obor kebenaran”, “Sejarah pedoman untuk membangun masa depan”, “Belajarlah dari sejarah”, dll. Bung Karno (alm.) berpesan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” (“JASMERAH”).
Dalam fungsi umum itu terkandung fungsi khusus sejarah, yaitu fungsi sejarah secara lebih luas. Fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinsic (fungsi hakiki, fungsi yang melekat pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik (fungsi ke luar dirinya).
1.        Fungsi Intrinsik
Ada beberapa fungsi intrinsik sejarah. Akan tetapi, fungsi intrinsik sejarah yang paling utama adalah sebagai media untuk mengetahui masa lampau dan sebagai ilmu.
2.       Fungsi Ekstrinsik
Sama halnya dengan ilmu-ilmu lain, sejarah sebagai ilmu memiliki fungsi ekstrinsik. Fungsi sejarah yang penting untuk dipahami adalah fungsi edukatif. Fungsi edukatif sejarah mencakup :
·         Pendidikan nalar
Sejarah mendidik kita untuk memiliki daya nalar yang dilandasi oleh sikap kritis.
·         Pendidikan Kebijakan/Kebijaksanaan
Peristiwa atau masalah tertentu, baik secara tersurat maupun tersirat menunjukkan adanya kebijakan atau kebijaksanaan. Kebijakan/kebijaksanaan di masa lampau sangat mungkin dapat dijadikan bahan acuan dalam menghadapi kehidupan di masa kini. Berarti sejarah memiliki fungsi pragmatis.
·         Pendidikan Politik
Sejarah mengandung pendidikan politik, karena peristiwa tertentu menyangkut tindakan politik atau kegiatan bersifat politik.
·         Pendidikan Mengenai Perubahan
Sejarah adalah proses yang menyangkut perubahan. Pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah, walaupun kadar perubahan dari waktu ke waktu tidak sama. Perubahan itu terjadi karena disengaja atau tidak disengaja.
·         Pendidikan Mengenai Masa Depan
Dengan mempelajari sejarah secara baik dilandasi oleh sikap kritis, akan dapat memprediksi, bagaimana kira-kira kehidupan di masa depan. (“Sejarah pedoman untuk membangun masa depan”).
·         Sejarah Sebagai Ilmu Bantu
Fungsi edukatif sejarah juga ditunjukkan oleh sejarah sebagai ilmu bantu. Sejarah sebagai pengetahuan dan ilmu dapat membantu menjelaskan permasalahan yang dikaji oleh ilmu-ilmu lain (antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, hukum, dll.).

III.            Kaitan Teori Historicisme dengan Perancangan Kota
Secara khusus, sejarah di dalam peancangan kota memiliki fungsi tidak hanya sebagai media untuk mengetahui masa lampau dan sebagai ilmu untuk mempertajam nara ataud kehidupan kota berserta latar belakang dan alasan yang menyebabkannya, karena:
       sejarah sebagai ilmu menjelaskan beragam latar belakang dibalik terjadinya suatu peristiwa;
       sejarah sangat memperhatikan waktu (kronologis-diakronis), yang mendidik untuk memiliki daya nalar untuk memperhatikan waktu dalam menjalani kehidupan;
       sejarah harus ditulis berdasarkan fakta, tetapi karena tidak setiap sumber memuat fakta, dan tidak setiap fakta adalah fakta sejarah, maka sejarah mendidik untuk memiliki daya nalar yang dilandasi oleh sikap kritis.

IV.            Contoh Kota yang menerapkan Teori Historicisme
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kudus, berada di jalur pantai utara timur Jawa Tengah, yaitu di antara (Semarang-Surabaya). berada 51 km sebelah timur Kota Semarang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Selain itu kudus juga di kenal sebagai kota santri, kota ini juga menjadi pusat perkembangan agama islam pada abad pertengahan hal itu dapat dilihat dari terdapatnya 2 makam wali/ sunan, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (Gunung Muria), dengan puncaknya Gunung Saptorenggo (1.602 meter), Gunung Rahtawu (1.522 meter), dan Gunung Argojembangan (1.410 meter). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak.
Kabupaten Kudus terdiri atas 9 kecamatan, yang dibagi lagi atas 123 desa dan 9 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil dan memiliki jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah. Kabupaten Kudus terbagi menjadi 3 wilayah pembantu bupati (Kawedanan), setiap kawedanan terdiri 3 kecamatan yaitu: (1) Kawedanan Kota (Kec. Kota, Jati dan Undaan). (2) Kawedanan Cendono (Kec. Bae, Gebog dan Kaliwungu). (3) Kawedanan Tenggeles (Kec. Mejobo, Dawe dan Jekulo).

V.            Sejarah Kabupaten Kudus
Sejarah tentang hari jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang hari jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono.  Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus hal ini di tunjukan oleh Skrip yang terdapat pada Mihrab di Masjid Al-Aqsa Kudus ( Majid Menara), di ketahui bahwa bangunan masjid tersebut didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M.
Mengenai asal usul nama Kudus menurut dongeng / legenda yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah, bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di Tanah Arab, kemudian beliau pun mengajar pula di sana. Pada suatu masa, di Tanah Arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan, penyakit tersebut menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Olek karena itu, seorang amir di sana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau, akan tetapi beliau menolak, hanya sebagai kenang-kenangan beliau meminta sebuah batu. Batu tersebut menurut sang amir berasal dari kota Baitul Makdis atau Jeruzalem (Al Quds), maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja’far Sodiq hidup serta bertempal tinggal, kemudian diberikan nama Kudus.

Sunan Kudus

Sunan Muria


I.            Cerita Rakyat Kebudayaan Kabupaten Kudus
Ada cerita rakyat di Kudus tentang apa sebab masyarakat Kudus sampai sekarang tidak menyembelih sapi? Sebelum kedatangan Islam, daerah Kudus dan sekitarnya merupakan Pusat Agama Hindu. Dahulu Sunan Kudus ketika dahaga pernah ditolong oleh seorang pendeta Hindu dengan diberi air susu sapi. Maka sebagai rasa terima kasih, Sunan Kudus waktu itu melarang menyembelih binatang sapi dimana dalam agama Hindu, sapi merupakan hewan yang dimuliakan.
Daging Sapi Haram? Satu hal unik yang belum tentu dijumpai di daerah-daerah lain, di Kota Kudus, jangan pernah anda berharap akan mendapatkan daging sapi. Bagi orang Islam, sapi termasuk hewan yang dagingnya halal dimakan. Cuma, mengapa daging itu "diharamkan" di kota ini karena terkait dengan mitos dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus.
Konon, untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat Kudus, Sunan Kudus terhambat oleh masalah masyarakat yang taat memeluk agama Hindu dan Budha. Bagi Islam, sapi adalah hewan yang halal dimakan, tapi tidak demikian bagi umat Hindu yang menganggapnya sebagai hewan suci. Sunan lantas memakai cara unik. Dia kemudian mendatangkan hewan tersebut dari India untuk membuat mereka mau mendatangi rumahnya. Maka, masyarakat pun berduyun-duyun mendatanginya. Saat mereka berkumpul itulah, Sunan Kudus mengumumkan kepada para pengikutnya agar tidak melukai apalagi menyembelih hewan suci tersebut supaya tidak menyinggung keyakinan para penganut Hindu dan Budha. Singkat kata, masyarakat Hindu di daerah kekuasaan Majapahit itu mulai menaruh simpati pada gaya Sang Sunan yang berdakwah dengan cara damai dan manusiawi itu.
Hal serupa juga dilakukan Sunan Kudus untuk menarik simpati sebagian masyarakat pemeluk agama Budha. Di sekitar masjid yang didirikannya, lantas dibangunlah delapan pancuran untuk berwudlu dan menempatkan arca di atasnya. Hal itu dilakukan dengan "mengadaptasi" keyakinan Budha akan "Delapan Jalan Kebenaran" atau Asta Sanghika Marga.
Arca pada tempat wudhu Masjid Menara Kudus





I.            Ciri Khas Fisik Bangunan di Kabupaten Kudus
Menara Kudus merupakan bangunan monumental yang bernilai arkeologis dan historis tinggi. Dari aspek arkeologis, Menara Kudus merupakan bangunan kuno hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Menara Kudus dibangun oleh Syeh Ja’far Shodiq (Sunan Kudus, salah seorang dari Wali Songo) pada tahun 1685 M yang disimbolkan dalam candrasengkala “Gapuro rusak ewahing jagad” yang bermakna tahun Jawa 1609 atau 1685 M.
Bentuk konstruksi dan gaya arsitektur Menara Kudus, yang tingginya sekitar 17 meter, mirip dengan candi-candi Jawa Timur era Majapahit – Singosari (misalnya Candi Jago) dan juga menyerupai menara Kulkul di Bali, sehingga Menara Kudus menjadi simbol “Islam Toleran”, dalam arti Sunan Kudus menyebarluaskan agama Islam di Kudus dengan tetap menghormati pemeluk agama Hindu-Jawa yang dianut masyarakat setempat. Bentuk fisik Menara Kudus adalah tinggi dan ramping yang dibangun dengan bahan batu-bata merah yang disusun dan dipasang bertumpukan tanpa semen perekat. Bangunan Menara Kudus tidak dapat dipisahkan dengan Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsho) dan Makam Sunan Kudus karena secara geografis-fungsional ketiganya merupakan satu kesatuan yang inherent dengan sejarah berdirinya Kota Kudus.
Menara Kudus setiap hari sangat ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada moment Upacara “Buka Luwur” (Penggantian kain kelambu penutup makam Sunan Kudus) yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharrom/Syuro. Peristiwa menarik dalam Upacara Buka Luwur adalah ketika para pengunjung/peziarah berupaya memperoleh nasi bungkus selamatan dan kain luwur bekas penutup makam yang konon dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi yang memperolehnya. Selain “Buka Luwur”, kawasan Menara Kudus juga menjadi pusat keramaian pada saat “Dhandhangan” yaitu tradisi menyambut datangnya bulan Romadlon / bulan Puasa.







Museum Kretek dibangun sebagai simbol kota Kudus sebagai Kota Kretek, berdasarkan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, H. Soepardjo Roestam dan diresmikan pembukaan pada tanggal 3 Oktober 1986 oleh Menteri dalam Negeri RI, H. Soepardjo Roestam. Tujuan pembangunan Museum Kretek adalah untuk menyajikan benda-benda koleksi yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan rokok kretek sebagai upaya meningkatkan nilai-nilai kewiraswastaan masa lalu dan masa kini untuk diteruskan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Dengan demikian generasi muda pada saat ini dan mendatang diharapkan memiliki jiwa kewiraswastaan yang tangguh.
Museum Kretek merupakan tempat untuk merekonstruksi sejarah Rokok Kretek Kudus dari era kejayaan Raja Rokok Kretek Kudus, Niti Semito, sampai dengan perkembangan industri rokok Kudus era modern sekarang ini. Jadi Museum Kretek memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi.
Museum Kretek menyimpan berbagai peralatan dan mesin-mesin tradisional pembuatan rokok kretek dan rokok klobot serta sarana promosi rokok pada masa itu. Selain itu, pengunjung juga dapat mengamati foto-foto dokumentasi lintasan sejarah rokok kretek Kudus dan juga dapat mengamati “diorama” yang menggambarkan : proses produksi tradisional dengan tangan (tanpa alat bantu) dan produksi rokok giling tangan, yang menghasilkan rokok kretek dan rokok klobot; dan proses produksi rokok filter dengan mesin modern. Di samping itu ada Diorama yang menggambarkan proses penanaman dan pengolahan bahan baku rokok kretek (tembakau, cengkeh, dan klobot jagung).







Rumah Adat Kudus, yang menurut kajian historis-arkeologis, telah ditemukan pada tahun 1500 – an M, dibangun dengan bahan baku 95 % berupa kayu jati (Tectona grandis) berkualitas tinggi dengan teknologi pemasangan sistem “knock-down” (bongkar pasang tanpa paku). Rumah Adat Kudus merupakan salah satu rumah tradisional yang terjadi akibat endapan suatu evolusi kebudayaan manusia, dan terbentuk karena perkembangan daya cipta masyarakat pendukungnya. Proses akulturasi arsitektur tradisional asli Kudus memakan waktu yang cukup panjang, mengingat banyaknya kebudayaan asing (Hindu, Cina, Eropa, dan Persia / Islam) yang masuk ke kawasan Kudus dengan waktu yang cukup panjang.
Rumah Adat Kudus, dengan atapnya yang berbentuk “Joglo Pencu”, memiliki kekhasan (keunikan) dibandingkan rumah-rumah adat yang lain di Indonesia. Seni ukir Rumah Adat Kudus merupakan seni ukir 4 (empat) dimensi dengan bentuk ukiran dan motif ragam hiasnya merupakan gaya perpaduan seni ukir Hindu, Persia (Islam); Cina, dan Eropa, dengan tetap ada nuansa ragam hias asli Indonesia. Keunikan Rumah Adat Kudus yang juga cukup menarik untuk dicermati adalah kandungan nilai-nilai filosofis yang direfleksikan rumah adat ini, misalnya :
Bentuk ukiran dan motif ragam hias ukiran, misalnya : pola kala dan gajah penunggu, rangkaian bunga melati (sekar rinonce); motif ular naga, buah nanas (sarang lebah); motif burung phoenix, dan lain-lain.
Tata letak rumah adat, misalnya arah hadap rumah harus ke selatan, dengan maksud agar pemilik rumah tidak memangku G. Muria (yang terletak di sebelah utara) sehingga tidak memperberat kehidupan sehari-hari.
Tata ruang rumah adat, misalnya :
1)       jogo satru / ruang tamu
dengan soko geder-nya / tiang tunggal sebagai simbol bahwa Allah SWT itu Tunggal/Esa dan penghuni rumah harus senantiasa beriman dan bertakwa kepada-Nya;
2)      gedhongan dan senthong / ruang keluarga
dengan 4 buah soko guru-nya. Tiang berjumlah 4 sebagai penyangga utama bangunan rumah melambangkan agar penghuni rumah menyangga kehidupannya sehari-hari dengan mengendalikan 4 sifat manusia : amarah, lawamah, shofiyah, dan mutmainnah;
3)      pawon / dapur;
pakiwan (kamar mandi) sebagai simbol agar manusia membersihkan diri baik fisik maupun ruhani.
4)      Tanaman di sekeliling pakiwan, misalnya :
ž   pohon belimbing, yang melambangkan 5 rukun Islam.
ž   pandan wangi, sebagai simbol rejeki yang harum / halal dan baik.
ž   bunga melati, yang melambangkan keharuman, perilaku baik dan berbudi luhur, serta kesucian abadi.
Kekhasan (keunikan) Rumah Adat Kudus yang juga cukup menarik adalah tatacara perawatan rumah adat yang dilakukan oleh masyarakat pemiliknya sendiri dengan cara tradisional dan turun-temurun dari generasi ke generasi. Jenis bahan dasar yang digunakan untuk perawatan Rumah Adat Kudus merupakan ramuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman empiris pemiliknya, yaitu ramuan APT (Air pelepah pohon Pisang dan Tembakau) dan ARC (Air Rendaman Cengkeh). Ramuan ini terbukti efisien dan efektif mampu mengawetkan kayu jati, bahan dasar Rumah Adat Kudus, dari serangan rayap (termite) dan sekaligus meningkatkan pamor dan permukaan kayu menjadi lebih bersih, karena ramuan APT dan ARC dioleskan berulang-ulang ke permukaan dan komponen-komponen bangunan kayu jati.


Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Sekarang ini, banyak terjadi fenomena alam yang tidak bisa diprediksikan. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari efek dari pemanasan global (global warming) yang sedang dihadapi oleh seluruh dunia. Kondisi cuaca yang berubah – ubah secara drastic, bahkan musim hujan dan musim kemarau yang dulu bisa dirasakan sekarang tidak ada bedanya. Suhu udara yang tidak stabil juga menyebabkan semua fenomena alam yang ada. Selama beberapa dekade terakhir, orang – orang didunia tak hentinya membicarakan tentang  perubahan iklim dan pemanasan global. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat luas, ancaman bagi kelestarian alam dunia. Perubahan iklim atau climate change lebih besar diakibatkan oleh aktivitas manusia sendiri, misalnya penggunaan dan eksploitasi bahan bakar fosil yang sangat berlebihan. Dalam hal ini mereka menggunakannya dengan semaksmimal mungkin, tidak ada kebijaksanaan untuk menggunakannya. Kemudian perubahan penggunaan lahan, lahan – lahan yang dulunya hijau seperti hutan ditebang dan dijadikan untuk permukiman, peternakan, industri, dan lain – lain. Selain itu ada penggunaan energi yang berlebihan, saat pengambilan dan penggunaan sumber daya atau energi yang berlebih, gas rumah kaca dilepas secara besar-besaran ke atmosfer.
            Hidup manusia sangat bergantung pada sumber daya alam. Kebutuhan dasar, seperti air dan udara sepenuhnya disediakan oleh alam. Selain itu untuk kehidupan manusia sehari – hari membutuhkan makanan, tempat tinggal, bahkan untuk bahan bakar transportas juga berasal dari sumber daya alam. Salah satu penyebab dari perubahan iklim adalah gas emisi yang tinggi, negara besar yang menyebabkan semua itu adalah AS, Inggris, dan Jepang. Namun masa sekarang tidak hanya negara maju yang membuang gas emisi dengan jumlah banyak, tetapi negara berkembang seperti Indonesia dan India contohnya.
            Proses perubahan iklim atau climate change juga disebabkan oleh aktivitas manusia seperti disebutkan di atas. Proses perubahan iklim berasal dari :
  • ·         Green House Gas Emission (CO2, CH4 dan N2O)
  • ·         Gas Karbon
  • ·         Permukaan air laut semakin tinggi

            Kemudian menimbulkan Main Climate Feature, yaitu Global Warming, Water Temperature, Ice Caps Mealting dan lain sebaginya. Selain memang aktivitas manusia yang berdampak besar menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global, juga banyak bencana alam yang terjadi seperti banjir dan longsor. Banjir disebabkan karena penebangan resapan air dan menutupnya dengan bangunan – bangunan serta tidak adanya tempat untuk aliran air. Kemudian longsor juga sama, karena pohon – pohon ditebang dan tidak ada upaya reboisasi untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Jadi fenomena yang ada dunia banyak disebabkan oleh manusia, dan manusia sendiri lah yang menanggung akibatnya.

            Berbagai upaya kini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan alam. Gerakan menanam pohon, reboisasi, dan green development kini menjadi perhatian utama dunia. Kemudian dari segi mengurangi konsumsi energi juga dilakukan, seperti aturan menggunakan transportasi umum di beberapa negara dan mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Kemudian 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah dari rumah tangga. Diperlukan juga kebijakan – kebijakan pemerintah dari setiap negara untuk menjaga menghadapi masalah perubahan iklim dan pemanasan global yang kini sedang mengancam bumi dan lingkungan manusia.

Pemborosan Energi Akbiat Rumah Kosong

Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga (UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). Rumah atau hunian adalah tempat dimana seseorang tinggal beserta keluarganya, memiliki hubungan sosial masyarakat sekitarnya dan melakukan kegiatan – kegiatan dalam rangka mempersiapkan diri untuk beraktivitas di luar rumah. Fungsi rumah pada umumnya adalah sebagai tempat berlindung untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan, terhindar dari cuaca yang tidak menentu, hewan buas, serta tempat beristirahat.
Kata energi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ergon yang berarti “kerja”. Jadi, energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Energi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan di alam ini, terutama bagi kehidupan manusia, karena segala sesuatu yang kita lakukan memerlukan energi. Energi di alam ini tersedia dalam berbagai bentuk, misalnya energi kimia, energi listrik, energi kalor, dan energi cahaya. Energi akan bermanfaat jika terjadi perubahan bentuk dari suatu bentuk energi ke bentuk lain.
                Saat ini, di berbagai negara di dunia  banyak isu-isu mengenai pemborosan energi. Salah satu pemborosan energi yang relatif besar adalah pemborosan lahan seperti rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya. Hal tersebut bisa dikarenakan bencana yang melanda, sehingga pemilik enggan untuk bermukim kembali karena selain aspek keamanan juga aspek kenyamanan yang tidak memadai lagi. Kemudian rumah yang ditinggalkan pemiliknya karena sebab tertentu, biasanya karena kondisi rumah yang sudah tak layak huni. Akibatnya, rumah yang tak layak huni tidak laku untuk dijual, maka hanya ditinggalkan terbengkalai begitu saja.
                Rumah yang tidak ditinggali dan terbengkalai begitu saja, merupakan suatu bentuk pemborosan energi, karena rumah tersebut berdiri diatas lahan dan apabila rumah tersebut tidak dimanfaatkan maka lahan tersebut juga tidak memiliki fungsi. Kenyataanya, saat ini jumlah penduduk terus mengalami peningkatan dan menyebabkan peningkatan pula pada kebutuhan manusia akan lahan untuk rumah atau tempat tinggal. Rumah yang kosong dan tidak digunakan lagi, lebih baik dibongkar dan digunakan sebagai RTH atau digunakan lebih mempunyai nilai lahan untuk dijual lagi.
                Kemudian juga daerah yang terkena bencana seperti banjir atau longsor, ada sebagian penduduk yang memilih untuk pindah dan meninggalkan rumah mereka. Hal tersebut juga termasuk pemborosan, karena apabila daerah banjir tedapat banyak rumah yang ditinggalkan akan membuat degradasi lingkungan. Tidak terawatnya rumah menyebabkan kondisi lingkungan disekitarnya juga tidak terawat. Hal tersebut diperparah dengan lahan yang tertutup bangunan kosong sehingga tidak ada tempat untuk resapan air, sehingga menyebabkan banjir semakin besar. Untuk itu lahan yang di atasnya terdapat rumah yang ditinggalkan penghuninya lebih bisa dioptimalkan fungsinya untuk dijadikan tempat resapan air. Sehingga paling tidak bisa mengurangi degradasi lingkungan disekitarnya. 

Pencemaran Air Sungai

Pencemaran sungai dapat terjadi karena pengaruh kualitas air limbah yang melebihi baku mutu air limbah, di samping itu juga ditentukan oleb debit air limbah yang dihasilkan. Indikator pencemaran sungai selain secara fisik dan kimia juga dapat secara biologis, seperti kehidupan plankton. Organisme plnakton yang hidup diperairan terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton mempunyai bakteri, sedangkan zooplankton mempunyai karakteristik seperti hewan termasuk diantaranya adalah organisme yang tergolong protozoa, cladocerans, dan copepoda. Fitoplankton menghasilkan energi melalui proses potosintesis menggunakan bahan organik dengan bantuan sinar matahari, Zooplankton adalah konsumen pertama yang memperoleh energi dan makanan dari fitoplankton. Plankton merupakan salah satu indikator terhadap kualitas air akibat pencemaran (Tanjung, 1993)
Berdasarkan definisinya pencemaran air yang diindikasikan dengan turunnya kualitas air sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Yang dimaksud dengan tingkat tertentu tersebut diatas adalah baku mutu air yang ditetapkan. Dan berfungsi sebagi tolok ukur untuk menentukan telah terjadinya pencemaran air. Penetapan baku mutu air selain didasarkan pada peruntukan (Designated benefical water uses), juga didasarkan pada kondisi nyata kualitas air yang  mungkin berada antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh karena itu penetapan baku mutu air dengan pendekatan golongan peruntukan perlu disesuaikan dengan menerapkan pendekatan klasifikasi kualitas air (kelas air). Dengan ditetapkannya baku mutu air pada sumber air dan memperhatikan kondisi airnya akan dapat dihitung berapa. beban pencemar yang dapat ditenggang oleh air penerima sehingga sesuai dengan baku mutu air dant tetap berfungsi sesuai dengan peruntukanya. Kualitas air pada dasarnya dapat dilakukan dengan pengujian untuk. membuktikan apakah air itu layak dikonsumsi. Penetapan standar sebagai batas mutu minimal yang harus dipenuhi telah ditentukan oleh standar Internasional, standar Nasional, maupun standar perusahaan. Di dalam peraturan Pemerintah Republik Indanesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang kualitas dan pengendalian pencemaran air disebutkan bahwu mutu air telah diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yang terdiri dari :
Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan untuk peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegiatan tersebut.
Kelas dua, air yang diperuntukannya dapat digunakan untuk prasarna/sarana rekreasi air. pembudidayaan ikan air tawar. peternakan, air untuk mengairi pertanian, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Kelas tiga, yang diperuntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertamanan, dan peruntukan lain yang persyaratan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
 Kelas empat, air yang diperuntukannya lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.